News & Blog

11th National Obesity Simposium 60 Persen Pasien COVID-19 Memiliki Penyakit Obesitas

11th National Obesity Simposium 60 Persen Pasien COVID-19 Memiliki  Penyakit Obesitas

Jun-25-2024

JAKARTA, 31 Juli 2021 – Obesitas merupakan tantangan kesehatan masyarakat global yang menjadi  salah satu penyebab gangguan kesehatan kronis. Berat badan lebih (overweight) dan obesitas juga  menjadi penyebab kematian populasi di berbagai negara di dunia dibandingkan dengan berat badan  kurang (underweight). Dalam 10 tahun terakhir ini, berbagai negara telah mengalami peningkatan  laju obesitas. World Health Organization (WHO) menyatakan bahwa peningkatan prevalensi obesitas diperkirakan akan mencapai 50% pada tahun 2025. Lebih lanjut, di Indonesia, berdasarkan hasil Riset  Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018, menunjukkan prevalensi obesitas pada penduduk berusia  lebih dari 18 tahun meningkat dari 15,4% di tahun 2013 menjadi 21,8%.

 

Tingginya prevalensi obesitas menjadi masalah kesehatan yang harus segera ditangani. Hal ini yang  melatarbelakangi Himpunan Studi Obesitas Indonesia (HISOBI) atau Indonesia Society Study of  Obesity) menyelenggarakan Simposium Obesitas Nasional setiap tahunnya untuk meningkatkan  kesadaran dan pemahaman masyarakat awam dan dokter mengenai pencegahan dan pengendalian  obesitas. Simposium ini berlangsung secara virtual dalam bentuk webinar series pada tanggal 31 Juli 2021, 8 Agustus 2021, dan 14 Agustus 2021.  11th National Obesity Simposium ini dibuka dengan Opening Speech oleh Wakil Menteri Kesehatan RI  dr. Dante Saksono Harbuwono.,Sp.PD.,KEMD., Ph.D yang juga merupakan Ketua HISOBI saat ini. 

 

Adapun topik yang didiskusikan dalam panel simposium ini diantaranya Combat Obesity for Better  Health Future, Childhood Obesity Management, dan Adulthood Overweight and Obesity  Management. Sub topik pada panel tersebut meliputi diantaranya: Adult Obesity in Indonesia: Past,  Present, and Future; Burden and Challenges regarding Childhood Obesity; Causes and Consequences  in the Pandemic Era; Management of Overweight and Obesity, dan lainnya. 

 

Beberapa narasumber yang hadir dalam simposium ini yaitu Prof. Dr. dr. Sidartawan Soegondo  SpPD-KEMD; Prof. Dr. dr. Aman Bhakti Pulungan, Sp.A(K),FAAP,FRCPI (Hon); Prof.Dr.dr. Madarina  Julia, Sp.A.(K).,MPH.,PhD; Dr. dr. Aryono Hendarto, SpA(K); Dr.dr.Gaga Irawan Nugraha,  M.Gizi,Sp.GK; dr.Rachmad Wishnu,Sp.KD; dr.Dicky L.Tahapary,Sp.PD.,KEMD.,PhD, dan narasumber lainnya. Bertindak sebagai moderator pada panel diskusi diantaranya Dr. Dewi Muliaty,M.Si; dr.Mas  Rizky A.A.S.,M.Kes., Ph.D., dan Dr. Trilis Yulianti, M.Kes.  Obesitas merupakan penumpukan lemak yang berlebihan akibat ketidakseimbangan asupan energi  (energy intake) dan energi yang digunakan (energy expenditure) dalam waktu lama. Adapun faktor  dominan yang menjadi penyebab obesitas adalah interaksi antara faktor genetik dengan faktor lingkungan, meliputi kurang aktivitas fisik, peningkatan konsumsi makanan padat energi terutama  kandungan karbohidrat sederhana, kurang konsumsi sayur dan buah, dan sosial

ekonomi lainnya.

 

Perubahan gaya hidup menyebabkan terjadinya perubahan pengetahuan, sikap, perilaku, pola  makan, serta pemilihan jenis dan jumlah makanan yang dikonsumsi. Selain itu, perubahan gaya  hidup juga menurunkan frekuensi dan intensitas aktivitas fisik yang dilakukan. Orang dewasa dan  anak-anak menjadi jarang beraktivitas selama pandemi COVID-19, salah satunya karena faktor  bekerja dari rumah (Work from Home). Lebih lanjut, hasil studi yang dilakukan HISOBI, mengungkapkan bahwa pasien COVID-19 dengan  penyakit obesitas cenderung memiliki risiko sakit yang lebih parah dari pasien dengan berat badan ideal. 

 

Sekitar 60 persen pasien COVID-19 yang dirawat di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM)  memiliki komorbid dan obesitas. Pencegahan dan pengendalian obesitas dapat dilakukan dengan berfokus pada faktor risiko dan  sosial determinan. Kurangnya keterampilan petugas dalam penanganan obesitas di fasilitas layanan  kesehatan juga menjadi faktor yang mempengaruhi, di samping kondisi lingkungan yang tidak  mendukung individu untuk dapat hidup sehat misalnya kurangnya sarana prasarana ruang terbuka  hijau untuk melakukan aktivitas fisik, belum tercukupinya ketersediaan sayur dan buah dan belum optimalnya dukungan pemerintah daerah dalam pengendalian obesitas.

 

Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi:

 

Dr. Dwi Yuniati Daulay, M.Kes 

Sekretaris Himpunan Studi Obesitas Indonesia 

No.telp: 0815 3310 3179

 

Dr. Dicky L. Tahapary, SpPD,KEMD,PhD

Ketua Bidang Organisasi Himpunan Studi Obesitas Indonesia 

No.telp: 0812 8009 206


Comments

Top